Home / Headline / AKBP SUSATYO PURNOMO CONDRO, S.H., S.I.K., M.Si “SAYA INGIN POLISI ITU HADIR DALAM HATI MASYARAKAT”

AKBP SUSATYO PURNOMO CONDRO, S.H., S.I.K., M.Si “SAYA INGIN POLISI ITU HADIR DALAM HATI MASYARAKAT”

“Terkadang kita lupa bahwa kita itu melayani manusia” inilah kalimat yang pertama diucapkan bapak Kapolres AKBP Susatyo Purnomo Condro, S.H., S.I.K., M.Si  mengawali arahannya di depan seluruh anggota apel di halaman Polres Madiun Kota. Manusia itu memiliki beberapa aspek salah satunya yaitu dilengkapi dengan panca indra, lanjut beliau. Ia kamu, sambil menunjuk salah satu anggota apel, coba kamu sebutkan lima panca indra tersebut. Dengan sikap siap dan suara yang lantang anggota menyebutkan satu persatu indra manusia mulai dari mata, telinga, hibung, lidah dan kulit. Bagus terimakasih jawabannya, manusia memiliki lima panca indra tersebut untuk menerima stimulus dari luar atau lingkungannya kemudian diproses dalam pikirannya dan menyimpulkan sesuatu dan akan terkesan dalam perasaan mereka. Lalu apa hubungan panca indra tersebut dengan tugas kita sebagai anggota Polri. Karena kita adalah petugas kepolisian dan yang kita hadapi adalah manusia yang memiliki alat indra yang lengkap dan memiliki perasaan maka kita harus dapat memanusiakan manusia, melayani manusia dengan cara yang benar.

Beliau memberikan contoh ketika dulu masih SMA meminta dibelikan sebuah motor bebek kepada ayahnya, hal itu disampaikan kepada ayah beliau. Ayah beliau menyetujui namun tidak motor bebek yang akan dibelikan namun motor vespa dengan alasan bahwa motor vespa itu kuat, tahan banting, dapat lama dipakai dan lebih mahal itu menurut ayah beliau. Namun sesungguhnya beliau tidak suka dengan motor vespa beberapa pendapat disampaikan kepada ayahnya karena memang vespa bukanlah motor yang modis untuk seorang siswa SMA saat itu, bahkan seorang cewek tidaklah mau diboceng kalau kita menggunakan motor vespa, jelas beliau sambil tertawa yang membuat seluruh anggota apel ikut tertawa. Namun ayah beliau tetap berkeras hati dan membelikan sebuah motor vespa untuk beliau. Karena sudah dibelikan, meskipun dalam hati beliau tidaklah suka, namun tetaplah dicoba untuk dibawa ke sekolah. Pada hari pertama memakai vespa beliau bercerita bahwa beliau jatuh dijalan karena memang vespa adalah sepeda motor yang berat untuk beliau yang saat itu masih memiliki tubuh yang kecil dan kurus, kisah beliau. Dan ketika sampai di sekolahan   beliau memarkirkan vespanya di parkiran belakang, setelah pulang sekolah ternyata sepeda motornya sudah berada di parkiran guru karena ternyata dipindahkan oleh petugas karena dikira sepeda motor kepala sekolah, sontak cerita tersebut disambut gelak tawa seluruh peserta upacara yang hadir. Hingga pada akhirnya beliau tidak mau menggunakan vespa tersebut untuk pergi kesekolah, nah itulah kisah saya dan vespa saya.kata bapak Kapolres AKBP Susatyo Purnomo Condro, S.H., S.I.K., M.S saat mengakhiri ceritanya .

Lalu apa yang bisa diambil hikmahnya dari kisah tersebut. Suatu pelayanan itu haruslah tepat sasaran, agar tetap sasaran kita harus mau mendengar kan, apa sih yang diinginkan masyarakat kita dari Polisi, karena sebaik apapun pelayanan, semahal apapun sesuatu yang kita berikan kepada seseorang tidak akan berarti apa-apa jika tidak sesuai dengan harapan mereka. Seperti vespa yang dibelikan oleh ayah saya, harganya mahal, lebih mahal dari pada sepeda motor bebek, tetapi karena tidak sesuai dengan keinginan saya, vespa itu tidak terpakai, dan tidak berarti apapun buat saya.

Dalam kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sebuah filosofi yang bagus, SAYA INGIN POLISI ITU HADIR DALAM HATI MASYARAKAT, saya ulangi dan harus diilhami pada seluruh anggota bahwa SAYA INGIN POLISI ITU HADIR DALAM HATI MASYARAKAT. Untuk itu kita harus memberikan pelayanan yang terbaik, pelayanan yang tepat sasaran. Masyarakat itu ada dua, yang pertama masyarakat umum yang kedua masyarakat khusus, jelas kapolres. Masyarakat umum adalah masyarakat yang mengenal Polisi tidak secara langsung, melalui televisi, Koran, maupun dari berita-berita dari mulut ke mulut. Sedangkan masyarakat khusus adalah masyarakat yang mengenal Polisi melalui hubungan langsung baik melalui pelayanan kita di jalan, di samsat, SKCK maupun pelaporan di SPK. Kita memiliki kesempatan mendekatkan diri kepada masyarakat, memperbaiki diri di masyarakat melalui masyarakat khusus ini. Untuk itu saya perintahkan kepada seluruh anggota Polres Madiun Kota untuk terjun langsung kepada masyarakat dan mendengarkan apa yang diinginkan masyarakat terhadap POLRI. Teknisnya yaitu setiap hari selasa seluruh anggota akan dibagi dalam 5 kelompok per kecamatan yang ada di kota madiun untuk terjun seluruhnya mendatangi masyarakat, kita sebut hari selasa sebagai hari Polmas. Tidak ada lagi Serse, tidak ada lagi lalu-lintas, Sabhara, Intel, humas dan lain-lain, semuanya sama mengemban tugas polmas dan mendengarkan keluhan masyarakat. Saya harap mulai hari Selasa minggu depan sampai dengan akhir bulan juni nanti kita akan melaksanakan Polmas kepada masyarakat, sehingga ketika tanggal 1 juli nanti kita merayakan  ulang tahun Bhayangkara yang ke-70 masyarakat  menyambut dengan riang gembira dan ikut memeriahkannya dengan setulus hati, karena kita sudah ada di hati mereka, terang Kapolres.

HUMAS POLRES MADIUN KOTA

By: jack

DSC_0117

About HUMAS KOTAMA

INFO TERUPDATE LAINNYA SILAHKAN FOLLOW IG Polres_madiun_kota

Check Also

Ungkap Peredaran Narkoba di Banyuwangi, Polisi Berhasil Menyita Sabu 1 Kilogram

BANYUWANGI : Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mempersembahkaan kado istimewa berupa kinerja bagi masyarakat dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by themekiller.com